Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi telah memperburuk krisis kepercayaan publik terhadap pemerintah, sekaligus menciptakan tantangan bagi kebijakan berbasis viral yang diterapkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi pemerintah dalam menghadapi krisis kepercayaan publik melalui pendekatan Situational Crisis Communication Theory (SCCT). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif untuk menggali perspektif masyarakat dan respons pemerintah terkait isu ini. Kerangka analisis yang dipakai adalah Situational Crisis Communication Theory (SCCT), yang berfungsi untuk menilai bagaimana pemerintah menyusun respons komunikasi guna melindungi reputasi dan mempertahankan kepercayaan publik dalam konteks krisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan prinsip-prinsip SCCT sangat penting dalam memperbaiki citra pemerintah. Strategi komunikasi yang efektif dapat membantu membangun kembali kepercayaan yang hilang, serta meningkatkan reputasi pemerintah di mata masyarakat. Kehadiran rekomendasi berdasarkan SCCT tidak hanya memberikan solusi jangka pendek, tetapi juga mengokohkan posisi pemerintah di hadapan pemangku kepentingan dalam jangka panjang. Penelitian ini menyoroti pentingnya pengelolaan komunikasi yang tepat dalam menghadapi krisis untuk meminimalkan dampak negatif terhadap kepercayaan publik.
Copyrights © 2026