Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan kemampuan Capital Asset Pricing Model (CAPM) dan Arbitrage Pricing Theory (APT) dalam mengestimasi expected return saham yang tergabung dalam indeks IDX30. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan komparatif, serta menerapkan uji Mean Absolute Deviation (MAD) untuk mengevaluasi tingkat akurasi masing-masing model terhadap return aktual. Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa data bulanan saham IDX30 periode 2025–2026 yang diperoleh dari sumber resmi pasar modal Indonesia dan diolah menggunakan Microsoft Excel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai expected return yang dihasilkan oleh model CAPM dan APT pada sebagian besar saham IDX30. Model CAPM cenderung menghasilkan estimasi expected return yang lebih tinggi dan relatif stabil, sedangkan model APT menghasilkan estimasi expected return yang lebih bervariasi karena mempertimbangkan beberapa faktor risiko makroekonomi. Berdasarkan hasil uji MAD, CAPM terbukti lebih akurat dibandingkan APT, sehingga lebih relevan digunakan sebagai dasar penilaian risiko dan pemilihan saham dalam penyusunan portofolio investasi pada saham-saham likuid dan berkapitalisasi besar. Oleh karena itu, penggunaan lebih dari satu model penilaian tetap disarankan untuk memperoleh estimasi return yang lebih akurat dan komprehensif, khususnya dalam mempertimbangkan eksposur terhadap faktor makroekonomi yang tidak terakomodasi oleh CAPM.
Copyrights © 2026