Disiplin kerja merupakan faktor penting dalam mendukung efektivitas pengawasan internal dan kinerja organisasi sektor publik. Pada lingkungan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), tingkat disiplin pegawai yang optimal diperlukan untuk memastikan pelaksanaan tugas pengawasan berjalan secara efektif, akuntabel, dan profesional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya kepemimpinan, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi terhadap disiplin kerja pegawai di Inspektorat Daerah Kota Batam. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory survey. Populasi penelitian terdiri atas 85 pegawai, dengan sampel sebanyak 46 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan IBM SPSS Statistics. Analisis meliputi uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, uji parsial, uji simultan, dan koefisien determinasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan, kompetensi pegawai, dan budaya organisasi masing-masing berpengaruh positif dan signifikan terhadap disiplin kerja. Secara simultan, ketiga variabel tersebut juga berpengaruh signifikan dengan kemampuan penjelasan model yang sangat tinggi terhadap variasi disiplin kerja pegawai. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas kepemimpinan, penguatan kompetensi pegawai, serta pengembangan budaya organisasi yang positif merupakan faktor strategis dalam membangun disiplin kerja yang lebih baik. Oleh karena itu, organisasi perlu memperkuat program pengembangan kepemimpinan dan pelatihan kompetensi secara berkelanjutan guna meningkatkan efektivitas pengawasan dan kinerja kelembagaan.
Copyrights © 2026