Studi ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh manajemen risiko kredit terhadap stabilitas kinerja keuangan pada sektor perbankan di Indonesia. Risiko kredit merupakan salah satu tantangan utama yang dihadapi bank dalam menyalurkan pembiayaan dan menjaga stabilitas keuangan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efektivitas manajemen risiko kredit, yang diukur melalui rasio Non-Performing Loan (NPL), memiliki korelasi negatif yang signifikan terhadap profitabilitas dan stabilitas bank. Rasio NPL yang lebih tinggi cenderung melemahkan kinerja keuangan dan menurunkan tingkat kesehatan bank. Selain itu, penerapan prinsip kehati-hatian dalam perbankan serta regulasi yang dikeluarkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memegang peran penting dalam menjaga kesehatan dan stabilitas bank di Indonesia. Hasil ini menunjukkan bahwa manajemen risiko kredit yang efektif sangat penting untuk mendukung kinerja perbankan yang berkelanjutan dan memperkuat ketahanan sektor perbankan.
Copyrights © 2026