Penelitian ini menganalisis perbedaan resepsi audiens terhadap konten dakwah targhib (motivasi) dan tarhib (ancaman) pada akun TikTok @bugismakassar181 yang menggunakan bahasa Bugis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik resepsi audiens pada kedua jenis konten serta membandingkan pola resepsi di antara keduanya. Metode yang digunakan adalah analisis resepsi audiens (audience reception analysis) Stuart Hall dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan dari komentar netizen pada dua video terpilih: video tentang Barakka Asyura (targhib) dan video tentang ancaman lewat di depan orang shalat (tarhib). Total komentar yang dianalisis sebanyak 39 komentar untuk konten targhib dan 68 komentar untuk konten tarhib. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konten targhib, posisi dominant mencapai 66,7%, negotiated 25,6%, dan oppositional 7,7%. Sebaliknya, pada konten tarhib, posisi dominant 33,8%, negotiated 30,9%, dan oppositional 35,3%. Temuan ini mengindikasikan bahwa pendekatan targhib secara signifikan lebih mudah diterima audiens dibandingkan tarhib. Faktor budaya dan bahasa juga berpengaruh besar: audiens Bugis cenderung dominan, sementara audiens non-Bugis cenderung berada pada posisi negotiated karena hambatan bahasa. Resistensi pada konten tarhib terbagi menjadi tiga tingkatan: substansial, metodologis, dan personal. Penelitian ini merekomendasikan agar kreator konten dakwah lebih mengintensifkan pendekatan targhib dan menyertakan terjemahan untuk menjangkau audiens yang lebih luas.
Copyrights © 2026