Percepatan transformasi digital secara global menuntut tenaga kerja lokal untuk memiliki kompetensi yang dinamis dan relevan dengan kebutuhan zaman. Penelitian ini dirancang untuk memetakan secara menyeluruh kondisi kompetensi SDM lokal Kota Ambon dalam merespons perkembangan digitalisasi yang berlangsung kian pesat. Melalui pendekatan deskriptif kualitatif berbasis kajian pustaka dan telaah data sekunder, penelitian ini menghimpun informasi dari Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI), Badan Pusat Statistik, dokumen SPBE, serta berbagai publikasi resmi instansi pemerintah daerah. Analisis menunjukkan bahwa Kota Ambon mencatatkan nilai IMDI sebesar 47,75 dan menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Maluku yang berhasil meraih predikat kota digital. Ketersediaan infrastruktur internet yang menjangkau seluruh wilayah administrasi, tren peningkatan literasi digital masyarakat, serta kemajuan implementasi SPBE menjadi tiga pilar yang menopang proses transformasi tersebut. Namun di sisi lain, kajian juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang belum terselesaikan: terbatasnya penguasaan keterampilan digital tingkat lanjut, lemahnya keselarasan antara program pelatihan kerja dengan kebutuhan industri digital, serta kesenjangan kompetensi yang nyata antargenerasi angkatan kerja. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini mengusulkan model pengembangan kompetensi SDM yang berpijak pada tiga pilar—literasi digital, keterampilan digital fungsional, dan adaptabilitas teknologi—sebagai peta jalan untuk memperkuat daya saing tenaga kerja lokal Kota Ambon.
Copyrights © 2026