Desentralisasi fiskal menempatkan kapasitas keuangan daerah sebagai salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi regional. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pendapatan Asli Daerah, Dana Perimbangan, dan Belanja Modal terhadap pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nganjuk selama periode 2011–2025. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik dan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Data dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Perimbangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan Pendapatan Asli Daerah dan Belanja Modal menunjukkan pengaruh positif tetapi tidak signifikan. Secara simultan, ketiga variabel berkontribusi signifikan dalam menjelaskan variasi pertumbuhan ekonomi daerah. Temuan ini mengindikasikan bahwa pertumbuhan ekonomi Kabupaten Nganjuk masih lebih bergantung pada transfer fiskal antarpemerintah dibandingkan kapasitas pendapatan daerah dan efektivitas belanja modal. Penelitian ini menegaskan perlunya penguatan kemandirian fiskal, peningkatan kualitas alokasi belanja modal, dan pengelolaan transfer yang lebih produktif untuk mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2026