Articles
Analisis Pengaruh Nilai Tukar, Inflasi, Jumlah Uang Beredar, Utang Luar Negeri, dan Produk Domestik Bruto terhadap Cadangan Devisa Di Indonesia
Elisa Stefani;
Syamsul Huda;
Mohammad Wahed
Syntax Idea Vol 3 No 5 (2021): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46799/syntax-idea.v3i5.1198
The research was conducted with the aim of knowing the influence of exchange rates, inflation, money supply, external debt, and gross domestic product on foreign exchange reserves in Indonesia in the quarter of 2016 to 2020. Secondary data in this study was obtained through the website of the Central Bureau of Statistics and Bank Indonesia. This study used quantitative methods and used Multiple Linear Regression Analysis with Ordinary Least Square (OLS) model. It can be concluded that the exchange rate has a negative and significant effect on foreign exchange reserves, the amount of money supply and external debt has a positive and significant effect on foreign exchange reserves, while for inflation and external debt has a positive but insignificant influence on foreign exchange reserves.
MODEL PEMETAAN POTENSI DAERAH MENUJU KEMANDIRIAN
Zumrotul Fitriyah;
Syamsul Huda
Neo-Bis Vol 11, No 2 (2017): DESEMBER
Publisher : Trunojoyo University of Madura
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.21107/nbs.v11i2.3451
Dengan munculnya UU No .22 tahun 1999 yang mengatur perlimpahan wewenang dan tanggung jawab dari pemerintah pusat kepada pemerintah daerah serta UUNo.25 tahun 1999 yang mengatur pierimbangan keuangan antara pusat dan daerah khususnya di Kabupaten //kota di Jawa Timur dengan menggembangkan sumber daya lokal dan mengurangi ketergantungan dari pusat Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemandirian daerah Kabupaten/ Kota di Jatim Analisa yang digunakan adalah analisa kualitatif, yaitu analisa yang sifatnya menjelaskan secara uraian atau dalam bentuk kalimat-kalimat dan analisa kuantitatif yaitu analisa dengan menggunakan rumus-rumus dan analisa pasti. Analisa kuantitatif meliputi analisa derajat desentralisasi fiskal untu mengetahui tingkat kemandirian daerah dan potensi ekonomi sektoral di Kabupaten /Kota di Jawa Timur sehingga dapat mengetahui tingkat kemandirian fiskal dan potensi Ekonomi daerah. Hasil penelitian diharapkan dapat digunakan mengethui pola hubungan yang terjadi antara pemerintah pusat dengan pemerintah di kabupaten /Kota di Jawa Timur serta formula kebijakan yang tepat untuk pengembangan ekonomi ke depan. With the advent of Law No .22 years 1999 set an authority and responsibility from central government to local government and UUNo.25 1999 governing financial between the center and regions, especially in the District city in East Java n local resources and reduce dependence of the center. This study aims to determine the independence of the Regency / City in East Java analysis used is qualitative analysis, the analysis that are explained in the description or in the form of sentences This study aims to determine the independence of the Regency / City in East Java analysis used is qualitative analysis, the analysis that are explained in the description or in the form of sentences and quantitative analysis, namely analysis using formulas and definite analysis. Quantitative analysis includes the analysis of the degree of fiscal decentralization determine the level of independence of regional and sectoral economic potential in the District East Java so that it can determine the level of fiscal independence and economic potential of the region. Results are expected to be used i pattern of the relationship between the central government and the government in the district / city in East Java as well as the formula right policy for future economic development. From this research it is known that the city of Surabaya has a degree of fiscal autonomy for PAD at 48% of revenue while the region Gresik on the degree of fiscal autonomy degree Enough and Sidoarjo district in degrees, please. There are 32 regions in the East dijawa degree of fiscal independence of each very less independent, meaning of Balance Funds as well as from centers of poropinsi
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Di Kabupaten Mojokerto
Angga Setiawan;
Syamsul Huda
Jurnal Syntax Admiration Vol. 2 No. 8 (2021): Jurnal Syntax Admiration
Publisher : Ridwan Institute
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.46799/jsa.v2i8.295
Pertumbuhan ekonomi merupakan laju pertumbuhan yang terbentuk dari berbagai macam sektor ekonomi yang tidak langsung menggambarkan tingkat perubahan ekonomi yang terjadi. Analisa ini ditujukan untuk mencari faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto yang nantinya akan diketahui signifikan tidaknya faktor tersebut terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel apa yang memiliki pengaruh terbesar terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto. Variabel yang diuji adalah investasi, jumlah industri, kurs valuta asing dan ekspor. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diambil dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Mojokerto, dengan time series data Tahun 2002-2018. Model analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan asumsi BLUE (Best Linier Unbiased Estimate) dengan tujuan untuk mengetahui koefisiensi pada persamaan tersebut benar (tidak bias). Berdasarkan hasil uji regresi linier berganda yang dilakukan, diperoleh hasil bahwa variabel jumlah industri sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto, sedangkan ketiga faktor lainnya yakni investasi, kurs dan ekspor tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Mojokerto.
Regional Financial Model Mapping Independence to Fiscal in East Java
Syamsul Huda
Nusantara Science and Technology Proceedings International Seminar of Research Month Science and Technology in Publication, Implementation and Co
Publisher : Future Science
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
With the advent of Law No .22 years 1999 set an authority and responsibility from central government to local government and UUNo.25 1999 governing financial between the center and regions, especially in the District city in East Java n local resources and reduce the dependence of the center.This study aims to determine the independence of the Regency/City in East Java analysis used is qualitative analysis, the analysis that is explained in the description or in the form of sentences. This study aims to determine the independence of the Regency / City in East Java analysis used is qualitative analysis, the analysis that is explained in the description or in the form of sentences and quantitative analysis, namely analysis using formulas and definite analysis. Quantitative analysis includes the analysis of the degree of fiscal decentralization determine the level of independence of regional and by sector economic potential in the District East Java so that it can determine the level of financial independence and economic potential of the region. Result are expected to be used a pattern of the relationship between the central government and the government in the district /city in East Java as well as the formula right policy for future economic development.From this research, it is known that the city of Surabaya has a degree of fiscal autonomy for PAD at 48% of revenue while the region Gresik on the degree of fiscal autonomy degree “Enough” and Sidoarjo district in degrees. There are 32 regions in the East Java degree of fiscal independence of each very less independent, meaning of Balance Funds as well as from centers of the province.
Analisis Pertumbuhan Ekonomi dan Ketimpangan Distribusi Pendapatan Provinsi Bali
Rendi Kurniawan;
Syamsul Huda
JDEP (Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan) Vol 3 No 2 (2020): JDEP (Jurnal Dinamika Ekonomi Pembangunan)
Publisher : Prodi Ekonomi Pembangunan FEB Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (269.158 KB)
|
DOI: 10.33005/jdep.v3i2.115
This study aims to determine the Regency / City Classification in Bali Province based on the Klassen Typology, the condition of income distribution inequality between districts / cities, the relationship between income distribution inequality with per capita income, and whether the relationship forms the U-Reverse Kuznets Curve. This research is an analysis of secondary data obtained from BPS Bali Province. The analytical model used is Klassen Typology analysis, Williamson Index, Product Moment Correlation (Pearson). Klassen's Typology Results, Badung Regency and Denpasar City are included in Quadrant I area, Gianyar Regency is included in Quadrant III area, and the remaining 6 Regencies are included in Quadrant IV area. Furthermore, the Williamson Index Calculation in the Year of Observation shows that there is an imbalance in the Province of Bali which shows a downward trend. While the calculation result of Product Moment Correlation (Pearson) shows a very strong relationship between the Williamson Index and the Per capita GRDP and is negative, but the relationship does not form the Kuznets Curve to be a U-Reverse letter.
Analisis pengaruh produksi kedelai, konsumsi kedelai, pendapatan per kapita, dan kurs terhadap impor kedelai di Indonesia
Ganang Setyawan;
Syamsul Huda
KINERJA Vol 19, No 2 (2022)
Publisher : Faculty of Economics and Business Mulawarman University
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29264/jkin.v19i2.10949
Tanaman pangan berbasis biji-bijian khususnya kedelai adalah salah satu makanan kesukaan masyarakat Indonesia. Kedelai merupakan salah satu biji-bijian yang kaya akan lemak nabati dan protein yang sudah menjadi salah satu lauk pokok bagi masyarakat Indonesia. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh produksi kedelai, konsumsi kedelai, pendapatan per kapita dan kurs terhadap impor kedelai di Indonesia selama tahun 2006 sampai dengan 2020. Pendekatan penelitian ini merupakan pendekatan penelitian kuantitatif. Metode yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda dengan uji asumsi klasik bersifat Best Linier Unbiased Estimate (BLUE) dikerjakan melalui program SPPS versi 25. Jenis data dalam penelitian ini menggunakan data sekunder, sedangkan sumber data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Diperoleh hasil penelitian bahwa secara parsial produksi kedelai (X1) tidak berpengaruh signifikan terhadap impor kedelai di Indonesia, konsumsi kedelai (X2) tidak berpengaruh signifikan terhadap impor kedelai di Indonesia, pendapatan per kapita (X3) berpengaruh signifikan terhadap impor kedelai di Indonesia, kurs (X4) tidak berpengaruh signifikan terhadap impor kedelai di Indonesia, serta secara simultan seluruh variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap impor kedelai di Indonesia.
ANALISIS PERTUMBUHAN EKONOMI DI 3 DAERAH PROVINSI JAWA TIMUR (KABUPATEN SIDOARJO, KABUPATEN GRESIK, DAN KABUPATEN LAMONGAN)
Carissa Petri Nawang Sari;
Syamsul Huda
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 1 (2022): July
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (415.067 KB)
|
DOI: 10.31258/randai.3.1.p.12-24
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sektor yang menjadi sektor basis dan non basis di Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lamongan berdasarkan pendekatan Location Quotient (LQ), shift-share dan Overlay. Data yang digunakan adalah data sekunder tahun 2011-2020 yang bersumber dari Badan Pusat Statistik. Dari hasil Analisis Location Quotient (LQ) maka dapat ditentukan sektor-sektor yang merupakan sektor basis pada Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Lamongan, Provinsi Jawa Timur yaitu: Kabupaten Sidoarjo memiliki 3 sektor yang menjadi sektor Basis, Kabupaten Gresik memiliki 2 sektor yang menjadi sektor Basis, dan Kabupaten Lamongan memiliki 10 sektor yang menjadi sektor Basis. Hasil analisis rata-rata Shift Share PR yaitu: Kabupaten Gresik memiliki paling banyak sektor pertumbuhan ekonomi yaitu berjumlah 12 sektor yang sama di tingkat provinsi. Selanjutnya disusul Kabupaten Lamongan berjumlah 11 dan Kabupaten Sidoarjo berjumlah 7 sektor. Dari hasil analisis rata-rata Shift Share PS Kabupaten Gresik memiliki 10 sektor dengan pertumbuhan lebih cepat dibandingkan dengan sektor yang sama di tingkat provinsi. Selanjutnya, disusul oleh Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Sidoarjo yang memilik 9 sektor yang sama. Dari hasil analisis rata-rata Shift Share DS Kabupaten Lamongan memiliki 15 sektor yang memiliki keuntungan lokasional. Selanjutnya, disusul oleh Kabupaten Gresik yang memiliki 14 sektor dan Kabupaten Sidoarjo yang memiliki 7 sektor keuntungan lokasional. Saran dari penulis yaitu Pemerintah daerah yang terkait penelitian ini perlu menetapkan kebijakan pembangunan dengan prioritas yang mengacu pada sektor basis di masing – masing kabupaten dengan tetap memperhatikan sektor non basis secara proporsional. Kata Kunci: Location Quotient, Shift Share, Pertumbuhan EKonomi
Pengaruh Indeks Pembangunan Manusia, Produk Domestik Regional Bruto, Dan Jumlah Pengangguran Terbuka Terhadap Penduduk Miskin Di Jawa Tengah
Eka Cintiya Erdiyanti;
Syamsul Huda
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 1 (2022): July
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (662.971 KB)
|
DOI: 10.31258/randai.3.1.p.60-76
Kemiskinan masih merupakan fenomena yang sulit terpecahkan diberbagai daerah. Kemiskinan merupakan suatu kondisi seseorang yang sulit untuk mencukupi kebutuhan sehari hari dikarenakan beberapa penyebab salah satunya pendapatan yang diperoleh seseorang tersebut masih rendah. Diketahui Provinsi Jawa Tengah menduduki posisi peringkat dua dalam hal jumlah penduduk miskin terbesar di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh indeks pembangunan manusia, produk domestik regional bruto, dan jumlah pengangguran terbuka terhadap penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah selama kurun waktu 2006-2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode kuantitatif dengan mengunakan analisis regresi linier berganda dan analisis jalur. Sehingga, diperoleh hasil variabel Indeks Pembangunan Manusia tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Penduduk Miskin di Provinsi Jawa Tengah periode tahun 2006-2020, Produk Domestik Regional Bruto berpengaruh negatif dan signifikan terhadap panduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah periode tahun 2006-2020, Jumlah Pengangguran Terbuka tidak berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap penduduk miskin di Provinsi Jawa Tengah periode tahun 2006-2020. Kata kunci: Penduduk Miskin, Indeks Pembangunan Manusia, Produk Domestik Regional Bruto, Jumlah Pengangguran Terbuka
Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ekspor Karet Indonesia ke Jepang
Alfina Yulia Sani;
Syamsul Huda
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 1 (2022): July
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (599.009 KB)
|
DOI: 10.31258/randai.3.1.p.77-91
Indonesia merupakan Negara eksportir karet terbesar kedua di dunia. Ekspor karet adalah salah satu komoditas unggulan dalam negeri. Jepang merupakan importir karet Indonesia yang cukup potensial dan terbesar di Asia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi ekspor karet Indonesia ke Jepang dari selama kurun waktu 2000 hingga 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan analisis regresi linier berganda menggunakan uji asumsi klasik. Data yang digunakan bersifat time series berupa data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), Direktorat Jenderal Perkebunan (Ditjenbun), dan World Bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Luas Lahan berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Karet Indonesia ke Jepang, Jumlah Produksi berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Karet Indonesia ke Jepang, Nilai Tukar tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Karet Indonesia ke Jepang, dan Harga International tidak berpengaruh signifikan dan positif terhadap Ekspor Karet Indonesia ke Jepang.
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI, JUMLAH PENDUDUK, TINGKAT PEMGANGGURAN TERBUKA TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Shadrina Rozaan Almira;
Syamsul Huda
JURNAL RANDAI Vol. 3 No. 1 (2022): July
Publisher : Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Riau
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (678.47 KB)
|
DOI: 10.31258/randai.3.1.p.35-48
ABSTRAK Kemiskinan merupakan salah satu masalah yang menjadi perhatian di berbagai negara. Kemiskinan disebabkan oleh berbagai faktor, yaitu tingkat investasi yang masih dibawah standar, tingkat pengangguran yang tinggi, dan pertumbuhan ekonomi yang lambat. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh dari pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan tingkat pengangguran terbuka terhadap tingkat kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta selama kurun waktu 2006 sampai dengan 2020. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunderyang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS) di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kuantitatif dengan menggunakan Analisis Rergresi Linier Berganda. Sehingga, diperoleh hasil secara simultan pertumbuhan ekonomi, jumlah penduduk, dan tingkat pengangguran terbuka secara bersama – sama berpengaruh terhadap Tingkat Kemiskinan, sedangkan secara parsial variabel Pertumbuhan Ekonomi berpengaruh negatif terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, variabel jumlah penduduk berpengaruh positif terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dan variabel tingkat pengangguran terbuka berpengaruh positif terhadap Tingkat Kemiskinan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kata kunci: Tingkat Kemiskinan, Pertumbuhan Ekonomi, Jumlah Penduduk, Tingkat Pengangguran Terbuka