Sektor peternakan, khususnya sapi potong, memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan dan pencapaian swasembada daging nasional. Kabupaten Bone merupakan salah satu wilayah dengan populasi sapi potong tertinggi di Sulawesi Selatan, namun pengelolaannya masih didominasi pola usaha tradisional sehingga produktivitas belum optimal. Kondisi ini menunjukkan perlunya perumusan strategi pengembangan yang tepat agar potensi daerah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan usaha sapi potong dalam mendukung swasembada daging di Kabupaten Bone. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Penentuan lokasi dan sampel dilakukan secara purposive. Pengolahan dan analisis data melibatkan penggunaan beberapa metode: Matriks IFAS (Internal Factor Analysis Summary), Matriks EFAS (External Factor Analysis Summary); Matriks Internal–Eksternal (IE); dan Analisis matriks SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor IFAS sebesar 1,17 dan EFAS sebesar 1,02, yang mengindikasikan kondisi internal dan eksternal relatif mendukung pengembangan usaha sapi potong. Analisis SWOT menempatkan strategi pada kuadran I (strategi agresif) dengan dominasi strategi SO, sehingga pengembangan diarahkan pada optimalisasi kekuatan untuk memanfaatkan peluang guna meningkatkan populasi dan produktivitas sapi potong secara berkelanjutan dalam mendukung swasembada daging.
Copyrights © 2025