Pendahuluan: Asma merupakan penyakit inflamasi kronis pada anak yang berpotensi memengaruhi kualitas hidup. Hubungan antara derajat keparahan asma dan kualitas hidup anak masih menunjukkan hasil yang bervariasi, sehingga perlu dikaji lebih lanjut pada usia sekolah.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik cross sectional pada 30 anak usia 8–12 tahun dengan asma di RS UNS periode Januari 2024–Desember 2025. Derajat keparahan asma ditentukan dari rekam medis sesuai pedoman nasional, sedangkan kualitas hidup diukur menggunakan kuesioner PedsQL 4.0. Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan korelasi Spearman.
Hasil: Derajat keparahan asma tidak menunjukkan hubungan yang bermakna dengan kualitas hidup anak berdasarkan uji Chi-Square (p = 0,140). Hasil serupa ditemukan pada analisis domain fungsi fisik, emosional, sosial, fungsi sekolah, serta total skor kualitas hidup (p > 0,05). Secara deskriptif, sebagian besar anak memiliki kualitas hidup yang baik dan menjalani kontrol rutin dengan frekuensi mendekati tiga kali per bulan.
Kesimpulan: Derajat keparahan asma tidak berhubungan secara signifikan dengan kualitas hidup anak usia 8–12 tahun di RS UNS. Kualitas hidup anak dengan asma bersifat multidimensional dan tidak hanya ditentukan oleh derajat keparahan penyakit, melainkan juga dipengaruhi oleh pengelolaan asma dan keteraturan kontrol rutin.
Copyrights © 2026