Pendahuluan: Nyeri haid atau dismenore umumnya ditandai dengan kram hebat pada perut bagian bawah yang dapat menjalar ke area punggung, paha hingga tungkai. Salah satu faktor utama yang memicu keluhan ini adalah peningkatan produksi prostaglandin. Apabila tidak ditangani secara tepat, kondisi tersebut berpotensi menurunkan kesejahteraan bahkan kualitas hidup perempuan. Upaya manajemen nyeri haid dapat dilakukan melalui pendekatan non-farmakologis, salah satunya dengan alternatif manajemen nyeri haid yang holistik yaitu kombinasi teknik relaksasi pernafasan dengan dzikir. Metode ini dinilai efektif dalam membantu mengurangi rasa nyeri sekaligus dapat diterapkan secara mandiri oleh individu. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengeksplorasi pengaruh terapi relaksasi pernafasan dan aktivitas dzikir yang dikombinasikan terhadap intensitas nyeri haid pada remaja yang berdomisili di Pondok Pesantren Jajar Islamic Center Surakarta.
Metode: Penelitian dilakukan pada bulan April hingga Mei 2025 menerapkan rancangan pre-eksperimental dengan model one group pretest-posttest design. Subjek dalam penelitian ini melibatkan 22 partisipan yang ditentukan melalui metode simple random sampling. Data yang terkumpul kemudian dianalisis menggunakan uji non-parametrik Wilcoxon.
Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden sebelum intervensi mengalami nyeri haid pada skala 5 (40,9%). Setelah diberikan intervensi berupa relaksasi pernafasan dan dzikir, mayoritas responden melaporkan penurunan intensitas nyeri hingga berada pada skala 2 (50,0%). Hasil uji Wilcoxon memperoleh nilai p = 0,000 (p < 0,05).
Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa teknik relaksasi pernafasan yang dipadukan dengan dzikir berpengaruh terhadap penurunan nyeri haid pada remaja.
Copyrights © 2026