Sintesis hijau (green synthesis) nanopartikel perak (AgNP) menggunakan ekstrak tanaman merupakan pendekatan ramah lingkungan yang kini banyak dikembangkan sebagai alternatif metode kimia konvensional yang berpotensi menghasilkan limbah berbahaya. Proses ini memanfaatkan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, fenolik, tanin, dan terpenoid yang berperan sebagai bioreduktor dan capping agent dalam mereduksi ion Ag⁺ menjadi logam Ag⁰. Artikel ini merupakan systematic review yang disusun berdasarkan pedoman PRISMA 2020 dengan menganalisis 12 penelitian terkait metode sintesis, karakterisasi, dan aktivitas antibakteri AgNP terhadap bakteri Gram positif dan Gram negatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses sintesis dipengaruhi oleh jenis pelarut, konsentrasi AgNO₃, suhu, waktu reaksi, dan rasio ekstrak terhadap prekursor. Karakterisasi menggunakan spektrofotometri UV–Vis menunjukkan puncak serapan khas Surface Plasmon Resonance (SPR) pada rentang 390–470 nm dengan ukuran partikel 5–129 nm yang dominan berbentuk sferis. Aktivitas antibakteri AgNP menunjukkan peningkatan seiring bertambahnya konsentrasi, dengan nilai MIC dan MBC yang rendah serta zona hambat yang besar, menandakan sifat bakterisidal yang kuat. Mekanisme kerjanya melibatkan kerusakan membran sel, peningkatan permeabilitas, dan pembentukan Reactive Oxygen Species (ROS) yang menyebabkan lisis dan kematian bakteri. Secara keseluruhan, sintesis hijau AgNP berbasis ekstrak tanaman menghasilkan nanopartikel yang stabil, homogen, dan efektif sebagai agen antibakteri alami yang berpotensi dikembangkan dalam bidang biomedis berkelanjutan
Copyrights © 2025