Kemampuan motorik halus krusial bagi kemandirian anak, namun perkembangannya sering terhambat akibat minimnya stimulasi multisensorial di kelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis praktik guru di lembaga PAUD dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi kegiatan eksplorasi gerak pada lingkungan sensorik. Penelitian kualitatif studi lapangan ini melibatkan dua guru dan anak Kelompok B yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara semistruktur, dan dokumentasi, yang kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas meronce, menuang bahan alam, dan kolase biji jagung terbukti mengoptimalkan kelenturan jari, teknik menjepit (pincer grasp), serta koordinasi mata-tangan anak. Implikasinya, pengintegrasian ruang bermain sensorik secara terstruktur dapat diadaptasi oleh praktisi PAUD sebagai strategi pedagogis untuk mengubah kelas konvensional menjadi lingkungan belajar yang mandiri dan interaktif.
Copyrights © 2026