Latar Belakang : (Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan negara berkembang. Diagnosis infeksi STH umumnya dilakukan melalui pemeriksaan mikroskopis feses dengan identifikasi morfologi telur cacing. Penggunaan pewarna sintetis, seperti eosin 2%, berperan penting dalam meningkatkan kontras preparat sehingga memudahkan identifikasi telur, diperlukan alternatif pewarna alami yang lebih ekonomis, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Daun jati (Tectona grandis L.f.) diketahui mengandung pigmen alami berupa antosianin, flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pewarna biologis. Sampel penelitian berupa preparat feses positif yang mengandung telur Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang. Tujuan: mengetahui efektivitas ekstrak daun jati sebagai pewarna alternatif pada pemeriksaan mikroskopis telur Soil Transmitted Helminths Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium (true experimental design) dengan rancangan Posttest Only Control Group Design. Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan peneliti. Hasil: Analisis deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa zat warna alami dari ekstrak daun jati (Tectona grandis Linn. f) konsentrasi 1:1 memiliki kemampuan afinitas yang selektif terhadap jenis telur Soil Transmitted Helminths (STH) yang diuji. Kesimpulan: Ekstrak daun jati (Tectona grandis Linn. f) konsentrasi 1:1 efektif digunakan sebagai zat warna alternatif alami dalam pemeriksaan morfologi telur parasit Soil Transmitted Helminths (STH) pada sampel feses manusia khususnya pada spsies Trichiuris trichiura dan hookworm. Namun, pewarnaan ini kurang efektif pada struktur dinding sel luar telur Ascaris lumbricoides.
Copyrights © 2026