Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemeriksaan Kadar Gula Darah Pada Masyarakat Desa Wonosari: Pengabdian Fani Nuryana Manihuruk; Liber Napitupulu; Sanna Kamisna Royani Purba; Radina Yuni Mahesa Ginting; Atri Gustiana Gultom
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7339

Abstract

Penyakit degeneratif adalah penyakit kronis yang menyebabkan rusaknya sel tubuh dan terjadi seumur hidup yang berdampak besar pada kualitas hidup, terutama di kalangan lansia. Pengabdian masyarakat di Desa Wonosari ini bertujuan untuk mencegah efek terparah dari penyakit diabetes mellitus dengan melakukan edukasi/penyuluhan dan pemeriksaan kadar gula darah(KGD). Berdasarkan hasil pemeriksaan terdapat 32%(16 orang) dengan tekanan darah sistolik < 130mmHg dan 52% (26orang) dengan tekanan darah diastolik <90 mmHg. Data yang diperoleh bahwa kadar gula darah sewaktu >200mg/dL ada sebanyak 20%(10orang). Masyarakat dianjurkan melakukan cek kesehatan di fasilitas kesehatan/puskemas yang telah disediakan oleh pemerintah secara rutin dan menjaga pola hidup sehat dan rajin olahraga.
EKSTRAK DAUN JATI SEBAGAI PEWARNA ALTERNATIF TELUR PARASIT SOIL TRANSMITTED HELMINTHS (STH) Sanna Kamisna Royani Purba; Radina Yuni Mahesa Ginting
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6479

Abstract

Latar Belakang : (Infeksi Soil Transmitted Helminths (STH) masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dan negara berkembang. Diagnosis infeksi STH umumnya dilakukan melalui pemeriksaan mikroskopis feses dengan identifikasi morfologi telur cacing. Penggunaan pewarna sintetis, seperti eosin 2%, berperan penting dalam meningkatkan kontras preparat sehingga memudahkan identifikasi telur, diperlukan alternatif pewarna alami yang lebih ekonomis, mudah diperoleh, dan ramah lingkungan. Daun jati (Tectona grandis L.f.) diketahui mengandung pigmen alami berupa antosianin, flavonoid, tanin, dan senyawa fenolik yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan pewarna biologis. Sampel penelitian berupa preparat feses positif yang mengandung telur Ascaris lumbricoides, Trichuris trichiura, dan cacing tambang. Tujuan: mengetahui efektivitas ekstrak daun jati sebagai pewarna alternatif pada pemeriksaan mikroskopis telur Soil Transmitted Helminths Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium (true experimental design) dengan rancangan Posttest Only Control Group Design.  Teknik sampling menggunakan Purposive Sampling, yaitu pemilihan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang telah ditetapkan peneliti. Hasil:  Analisis deskriptif kualitatif menunjukkan bahwa zat warna alami dari ekstrak daun jati (Tectona grandis Linn. f) konsentrasi 1:1 memiliki kemampuan afinitas yang selektif terhadap jenis telur Soil Transmitted Helminths (STH) yang diuji. Kesimpulan: Ekstrak daun jati (Tectona grandis Linn. f) konsentrasi 1:1 efektif digunakan sebagai zat warna alternatif alami dalam pemeriksaan morfologi telur parasit Soil Transmitted Helminths (STH) pada sampel feses manusia khususnya pada spsies Trichiuris trichiura dan hookworm. Namun, pewarnaan ini kurang efektif pada struktur dinding sel luar telur Ascaris lumbricoides.
EFEKTIVITAS BULU JAGUNG PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS TYPE 2 Radina Yuni Mahesa Ginting; Sanna Kamisna Royani Purba
Jurnal Analis Laboratorium Medik Vol 11 No 1 (2026): JURNAL ANALIS LABORATORIUM MEDIK
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jalm.v11i1.6483

Abstract

Latar belakang: Kondisi hiperglikemia yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplilasi baik mikro dan makrovaskular, sehingga diabetes mellitus memerlukan pengelolaan secara berkelanjutan. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak ditemukan dan erat kaitannya dengan resistensi insulin dan penurunan sel beta pankreas. Selain terapi konvensial, pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi komplementer sehingga tanaman berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber bahan alam yang memiliki aktivitas biologis dan salah satunya bulu jagung, Bulu jagung merupakan bagian dari tanaman jagung (Zea mays L), dan dimanfaatkan sebagai bahan herbal karana mengandung flavonoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid, sehingga memiliki aktivitas biologis, termasuk aktivitas antioksidan yang berkaitan dengan metabolism glukosa. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian seduhan bulu jagung (Zea mays L.) terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe Metode: : Penelitian menggunakan metode kuantitatif desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian 10 orang penderita diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan kriteria penelitian. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian seduhan bulu jagung, dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui perubahan kadar glukosa darah Hasil: Diperoleh hasil kadar gula darah sebelum pemberian seduhan bulu jagung adalah 232,6 mg/dL, dan setelah pemberian turun menjadi 193,0 mg/dL. Dengan rata-rata penurunan kadar glukosa darah 16,86%. Seluruh responden sejumlah 10 orang (100%) mengalami penurunan glukosa darah setelah perlakuan. Kesimpulan: Pemberian seduhan bulu jagung (Zea mays L.) memberikan penurunan kadar glukosa darah. Bulu jagung berpotensi dikembangkan sebagai terapi komplementer, namun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar, kelompok kontrol, serta analisis statistik untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya.