Latar belakang: Kondisi hiperglikemia yang berlangsung dalam waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplilasi baik mikro dan makrovaskular, sehingga diabetes mellitus memerlukan pengelolaan secara berkelanjutan. Diabetes mellitus tipe 2 merupakan jenis diabetes yang paling banyak ditemukan dan erat kaitannya dengan resistensi insulin dan penurunan sel beta pankreas. Selain terapi konvensial, pemanfaatan tanaman obat sebagai terapi komplementer sehingga tanaman berpotensi dimanfaatkan sebagai sumber bahan alam yang memiliki aktivitas biologis dan salah satunya bulu jagung, Bulu jagung merupakan bagian dari tanaman jagung (Zea mays L), dan dimanfaatkan sebagai bahan herbal karana mengandung flavonoid, fenolik, tanin, saponin, alkaloid, sehingga memiliki aktivitas biologis, termasuk aktivitas antioksidan yang berkaitan dengan metabolism glukosa. Tujuan: Mengetahui efektivitas pemberian seduhan bulu jagung (Zea mays L.) terhadap perubahan kadar glukosa darah pada penderita diabetes mellitus tipe Metode: : Penelitian menggunakan metode kuantitatif desain one-group pretest-posttest. Sampel penelitian 10 orang penderita diabetes mellitus tipe 2 berdasarkan kriteria penelitian. Pemeriksaan kadar glukosa darah dilakukan sebelum dan sesudah pemberian seduhan bulu jagung, dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui perubahan kadar glukosa darah Hasil: Diperoleh hasil kadar gula darah sebelum pemberian seduhan bulu jagung adalah 232,6 mg/dL, dan setelah pemberian turun menjadi 193,0 mg/dL. Dengan rata-rata penurunan kadar glukosa darah 16,86%. Seluruh responden sejumlah 10 orang (100%) mengalami penurunan glukosa darah setelah perlakuan. Kesimpulan: Pemberian seduhan bulu jagung (Zea mays L.) memberikan penurunan kadar glukosa darah. Bulu jagung berpotensi dikembangkan sebagai terapi komplementer, namun diperlukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih besar, kelompok kontrol, serta analisis statistik untuk memastikan efektivitas dan keamanan penggunaannya.
Copyrights © 2026