Patriarchy is a social system that places men in positions of power in both the public and domestic spheres, while women are positioned as subordinates. This system reinforces the unequal division of gender roles, with men as heads of households and women oriented towards domestic tasks. This study aims to analyze the influence of patriarchal culture on gender roles in the division of household tasks in the Sumbersari community, Jember, which is dominated by the Javanese and Madurese ethnic groups. The research uses a quantitative approach, with data collected through interviews and questionnaires. Data analysis is conducted using simple regression. The results of the study indicate that patriarchal culture does not have a significant influence on the division of gender roles in household tasks (significance value = 0.315). The implications of these findings suggest that other factors, such as education level and social changes, may have a greater impact on the division of gender roles. ABSTRAK Patriarki adalah sistem sosial yang menempatkan laki-laki sebagai penguasa dalam ranah publik dan domestik, sementara perempuan diposisikan subordinat. Sistem ini memperkuat pembagian peran gender yang tidak setara, dengan laki-laki sebagai kepala keluarga dan perempuan berfokus pada tugas domestik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh budaya patriarki terhadap pembagian tugas rumah tangga di masyarakat Sumbersari, Jember, yang didominasi oleh suku Jawa dan Madura. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi sederhana, yaitu suatu metode statistik untuk mengukur hubungan antara dua variabel yang saling mempengaruhi. Data dikumpulkan melalui wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya patriarki tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap pembagian peran gender dalam tugas rumah tangga (nilai signifikansi = 0,315). Temuan ini mengindikasikan bahwa faktor-faktor lain, seperti tingkat pendidikan dan perubahan sosial, memiliki peran yang lebih besar dalam menentukan pembagian tugas rumah tangga, sehingga perubahan sosial lebih mendominasi dinamika pembagian peran gender.
Copyrights © 2026