Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan salah satu komoditas pangan penting di Indonesia. Namun, produktivitasnya sering terganggu oleh serangan penyakit hawar daun yang disebabkan oleh cendawan Helminthosporium turcicum. Penggunaan pestisida kimia dalam pengendalian penyakit ini berpotensi menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, serta menyebabkan resistensi patogen. Oleh karena itu, diperlukan alternatif pengendalian yang lebih ramah lingkungan, seperti penggunaan pestisida nabati. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas ekstrak daun cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap pertumbuhan H. turcicum secara in vitro. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Hama dan Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tadulako pada bulan JanuariāMei 2025. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan konsentrasi ekstrak daun cengkeh: P0 (kontrol), P1 (1,5%), P2 (2%), P3 (2,5%), dan P4 (3%), masing-masing diulang 4 kali. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dari semua perlakuan yang diujikan menyimpulkan bahwa efektivitas ekstrak daun cengkeh (EDC) dalam menekan pertumbuhan H. turcicum menunjukkan perbedaan yang jelas antarperlakuan. Konsentrasi 1,5% hanya mampu memberikan efek penghambatan pada kategori cukup efektif, sedangkan konsentrasi yang lebih tinggi, yaitu 2%, 2,5%, dan 3%, menunjukkan kemampuan yang sangat efektif dalam menekan pertumbuhan jamur.
Copyrights © 2026