Learning evaluation plays a significant role in ensuring the achievement of educational goals, particularly in Islamic Religious Education (PAI), which emphasizes the formation of Islamic character. However, in the digital era, affective assessment is often neglected due to the dominance of cognitive assessments, coupled with new challenges such as limited physical interaction and the potential for dishonesty in students' independent instrument completion. This article aims to map digital affective assessment strategies in PAI learning using a Systematic Literature Review (SLR) approach. Through a literature screening based on the Google Scholar database, 12 relevant scientific articles were selected for in-depth analysis. The study results formulated three main strategies: (1) implementing digital self-assessment and app-based peer-assessment to independently measure attitudes, (2) utilizing a Learning Management System (LMS) to monitor students' digital footprint, and (3) integrating gamification-based affective assessment instruments that offer interactive feedback but still face the challenge of objectivity in the form of honesty bias. This study concludes that blended assessment and digital role models from PAI teachers are important in maintaining the validity of attitude evaluation in cyberspace. ABSTRAK Evaluasi pembelajaran memiliki peran signifikan dalam menjamin ketercapaian tujuan pendidikan, terutama dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) yang menekankan pembentukan karakter Islami. Namun, di era digital, penilaian ranah afektif sering kali terabaikan akibat dominasi penilaian kognitif serta munculnya tantangan baru berupa terbatasnya interaksi fisik dan potensi ketidakjujuran pengisian instrumen oleh siswa secara mandiri. Artikel ini bertujuan untuk memetakan strategi penilaian afektif digital pada pembelajaran PAI melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Melalui penyaringan literatur berbasis database Google Scholar, dipilih 12 artikel ilmiah yang relevan untuk dianalisis lebih mendalam. Hasil kajian merumuskan tiga strategi utama: (1) penerapan digital self-assessment dan peer-assessment berbasis aplikasi untuk mengukur sikap secara mandiri, (2) pemanfaatan Learning Management System (LMS) guna memantau rekam jejak perilaku digital (digital footprint) siswa, serta (3) integrasi instrumen penilaian afektif berbasis gamifikasi yang menawarkan umpan balik interaktif namun tetap menghadapi hambatan objektivitas berupa bias kejujuran. Studi ini menyimpulkan pentingnya blended assessment serta keteladanan digital dari guru PAI untuk menjaga validitas evaluasi sikap di ruang maya.
Copyrights © 2026