Kemiskinan perkotaan mendorong pemerintah daerah mengembangkan Program Kampung Tematik sebagai strategi pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Namun, implementasi program di Kampung Tematik Sekar Asri Kecamatan Ciledug masih menghadapi kendala pada aspek pendanaan, pemasaran produk, dan partisipasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi Program Kampung Tematik dalam pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Sekar Asri di Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif berdasarkan model implementasi kebijakan Merilee S. Grindle. Informan penelitian berjumlah lima orang yang dipilih secara purposive, terdiri atas unsur Bappeda, Kecamatan, Ketua Kampung Tematik, dan anggota Kelompok Wanita Tani. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan yang diperkuat dengan triangulasi dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program telah memberikan manfaat terhadap peningkatan kualitas lingkungan, pemberdayaan ekonomi, penguatan koordinasi antarpemangku kepentingan, serta pengembangan potensi lokal, tetapi masih terkendala oleh keterbatasan pendanaan, sarana prasarana, dan rendahnya partisipasi masyarakat. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa implementasi Program Kampung Tematik telah berjalan cukup baik, tetapi belum optimal sehingga diperlukan penguatan dukungan anggaran, peningkatan partisipasi masyarakat, serta pendampingan berkelanjutan untuk mewujudkan keberlanjutan program
Copyrights © 2026