Meningkatnya perhatian publik terhadap isu lingkungan global mendorong penguatan konsep Green Economy sebagai pendekatan yang berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan ekologis. Dalam lanskap digital kontemporer, korporasi semakin memanfaatkan media sosial sebagai ruang komunikasi strategis untuk menyampaikan pesan-pesan keberlanjutan melalui praktik advertising guna membangun legitimasi dan kepercayaan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi konsep Green Economy dalam advertising media sosial serta mengkaji bagaimana representasi tersebut berkontribusi terhadap konstruksi opini publik masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain integrative literature review. Data penelitian diperoleh melalui penelusuran artikel ilmiah pada basis data akademik Google Scholar, Scopus, dan ScienceDirect yang diterbitkan dalam periode 2015–2025. Sebanyak 35 artikel terpilih berdasarkan kriteria relevansi topik, kualitas publikasi, dan kesesuaian dengan fokus penelitian. Analisis dilakukan melalui teknik sintesis tematik untuk mengidentifikasi pola representasi, strategi komunikasi ekologis, serta implikasi sosial dari praktik green advertising. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa representasi Green Economy dalam iklan digital umumnya dikonstruksikan melalui penggunaan simbol visual berbasis alam, narasi keberlanjutan, serta strategi semiotika persuasif yang membentuk asosiasi positif antara merek dan nilai ekologis. Literatur yang dianalisis juga mengindikasikan bahwa media sosial tidak hanya berfungsi sebagai saluran promosi komersial, tetapi berkembang menjadi ruang diskursif yang dapat memengaruhi persepsi dan kesadaran ekologis masyarakat. Namun, temuan literatur menunjukkan adanya tantangan berupa praktik greenwashing, ketimpangan kredibilitas informasi, dan variasi tingkat literasi keberlanjutan publik. Dengan demikian, konsistensi antara pesan keberlanjutan dalam komunikasi pemasaran dan praktik operasional perusahaan menjadi faktor penting dalam mempertahankan kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026