Hambatan dalam menyelesaikan soal fisika pada materi gelombang mekanik masih menjadi tantangan bagi siswa karena materi ini menuntut kemampuan translasi konteks, representasi simbolik, dan pemahaman konseptual secara bersamaan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi hambatan siswa kelas XI dalam menyelesaikan soal berbasis cerita dan soal deskripsi serta menganalisis perbedaan karakteristik hambatan pada kedua format soal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi deskriptif. Sebanyak 9 siswa dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan melalui think-aloud protocol, wawancara semi-terstruktur, dan analisis jawaban tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa soal berbasis cerita memunculkan hambatan yang lebih kompleks, didominasi oleh hambatan prosedural (88,9%) dan hambatan translasi narasi (77,8%), dengan rata-rata skor 56,7%. Sebaliknya, soal deskripsi memunculkan hambatan yang lebih terfokus pada representasi simbol dan representasi numerik (44,4%), dengan rata-rata skor 72,0%. Temuan menunjukkan bahwa format soal memengaruhi karakteristik hambatan siswa, sedangkan hambatan pada materi gelombang stasioner tetap muncul pada kedua format soal sehingga memerlukan perhatian khusus dalam pembelajaran.
Copyrights © 2026