Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi anak TK Kelompok B yang berisiko mengalami hambatan intelektual melalui metode bermain edukatif kontekstual. Penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah satu anak dengan kemampuan komunikasi rendah. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan bertahap pada kontak mata, respons terhadap sapaan, pemahaman instruksi sederhana, komunikasi verbal dan nonverbal, kemampuan bergiliran berbicara, serta inisiatif berkomunikasi. Pada siklus II, anak menunjukkan kepercayaan diri dan partisipasi komunikasi yang lebih baik. Metode bermain edukatif kontekstual terbukti efektif menciptakan pembelajaran yang bermakna sehingga meningkatkan kemampuan komunikasi anak.
Copyrights © 2026