Pendudukan Jepang di Indonesia selama 3,5 tahun menimbulkan penderitaan bagi masyarakat. Di sisi lain juga memberikan pembelajaran bagi bangsa Indonesia guna menyiapkan dirinya mencapai kemerdekaan. Salah satunya melalui berbagai kelembagaan baru yang dibentuk. Antara lain keberadaan Tonarigumi atau RT di tingkat paling bawah masyarakat. Kajian ini mengekplorasi peran dan fungsi baru Tonarigumi di periode 1945-1950, dengan tujuan untuk mendapatkan pemahaman tentang proses dan makna perubahan Tonarigumi menjadi RT dimasa kemerdekaan bagi perjuangan dan pembangunan bangsa. Kajian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi heuristik,kritik, interprestasi dan historiografi. Kajian ini menemukan bahwa Tonarigumi di periode 1945-1950 beralih fungsi menjadi institusi untuk mendukung jalannya revolusi di tingkatan akar rumput. Fungsi fungsi yang tadinya diabdikan kepada kepentingan perang Jepang, berubah menjadi sarana untuk mobilisasi, konsolidasi dan distribusi kekuatan untuk mendukung jalannya revolusi kemerdekaan. Sedangkan aktor aktor yang mendorong perubahan tersebut adalah para ketua RT dan anggotanya serta golongan pemuda.
Copyrights © 2026