Pembelajaran sejarah di sekolah menengah masih menghadapi kendala rendahnya kemampuan siswa dalam mengolah informasi historis secara kritis, akibat dominasi metode ceramah yang menempatkan siswa sebagai penerima pasif informasi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pendampingan pemanfaatan media film sebagai sumber belajar sejarah, menganalisis pengaruhnya terhadap kemampuan pengolahan informasi siswa, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat selama pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi partisipatif, di mana peneliti terlibat langsung dalam kegiatan pendampingan sekaligus mengamati dinamika proses pembelajaran yang berlangsung. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, dokumentasi foto, dan catatan deskriptif, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan berbasis film mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam menghubungkan alur cerita dengan fakta sejarah secara lebih kritis, didukung oleh peran guru sebagai fasilitator dalam mengarahkan diskusi pascapenayangan. Faktor pendukung meliputi tingginya antusiasme siswa dan ketersediaan sarana audiovisual yang memadai, sementara faktor penghambat utama terletak pada keterbatasan waktu guru dalam merancang skenario pembelajaran yang selaras dengan kurikulum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendampingan yang terstruktur dan berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan pemanfaatan film sebagai sumber belajar sejarah yang lebih bermakna dan kontekstual bagi peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa.
Copyrights © 2026