Pelat orifice banyak digunakan untuk mengukur laju aliran dalam pipa, tetapi penyempitan penampangnya menimbulkan kehilangan tekanan permanen yang dapat meningkatkan kebutuhan energi sistem. Kajian ini mengevaluasi pengaruh material dan jumlah lubang pada multi-hole orifice (MHO) terhadap penurunan tekanan aliran air. Enam konfigurasi dibuat dari kuningan, tembaga, dan aluminium dengan variasi 4 dan 9 lubang, ketebalan 0,10 mm, diameter pelat 25,4 mm, serta luas bukaan total yang relatif sama. Pengujian menggunakan air bersuhu 25 °C pada debit 50 dan 60 LPM; penurunan tekanan dihitung dari selisih tekanan upstream dan downstream. Tembaga 4 lubang menghasilkan nilai rata-rata tertinggi sebesar 0,225 bar. Rata-rata berdasarkan material adalah 0,205 bar untuk tembaga, 0,180 bar untuk kuningan, dan 0,173 bar untuk aluminium. Secara keseluruhan, MHO 9 lubang menghasilkan 0,175 bar, sekitar 11,2% lebih rendah daripada MHO 4 lubang sebesar 0,197 bar. Namun, aluminium 9 lubang menunjukkan anomali sebesar 0,200 bar dibandingkan 0,145 bar pada aluminium 4 lubang. Penyimpangan ini diduga berkaitan dengan deformasi, pitch, toleransi fabrikasi, dan ketebalan pelat. Jumlah lubang menunjukkan pengaruh yang lebih konsisten, sedangkan pengaruh material perlu diverifikasi dengan pengendalian geometri dan deformasi yang lebih ketat.
Copyrights © 2026