Abstrak. Penelitian ini mengkaji pengembangan kegiatan ice breaking sebagai persiapan pembelajaran anak usia dini di TK Qomariah Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode etnografi, dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah dan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ice breaking seperti tepuk motivasi, lagu gerak, permainan, dan aktivitas fisik ringan dilaksanakan secara rutin sebelum, saat, dan setelah pembelajaran. Kegiatan ini efektif meningkatkan fokus, motivasi, dan kesiapan belajar anak sehingga mereka lebih aktif dan terlibat. Guru berperan sebagai fasilitator kreatif dengan menyesuaikan kegiatan berdasarkan kebutuhan anak dan tema pembelajaran. Abstract. This study examines the development of ice breaking activities as learning preparation for early childhood at TK Qomariah Bandung. Using a descriptive qualitative ethnographic approach, data was collected through observation, interviews, and documentation involving the principal and teachers. The findings show that ice breaking activities such as motivational clapping, action songs, games, and light exercises are regularly implemented before, during, and after lessons. These activities effectively enhance children’s focus, motivation, and readiness to learn, making them more active and engaged. Teachers act as creative facilitators by adapting activities to children’s needs and learning themes.
Copyrights © 2026