Stunting merupakan salah satu masalah gizi balita di Indonesia yang disebabkan oleh kekurangan gizi. Hal ini dapat terjadi akibat asupan gizi yang tidak seimbang dan penyakit infeksi yang berkepanjangan. Selain itu, kondisi sosial ekonomi dan gizi ibu saat hamil juga berperan dalam menyebabkan stunting. Kualitas gizi makanan dipengaruhi oleh keragaman jenis pangan yang dikonsumsi dan ketahanan pangan keluarga. Faktor-faktor seperti sosial ekonomi keluarga, usia anak, dan pendidikan ibu dapat mempengaruhi keragaman pangan dan ketahanan pangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara sosial ekonomi, ketahanan pangan, dan Individual Dietary Diversity Score (IDDS) dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan. Penelitian ini adalah jenis penelitian observasional dengan desain penelitian case control. Populasi pada penelitian ini anak balita usia 24-59 bulan yang terdaftar dalam Posyandu wilayah kerja Puskesmas Mekarmukti. Besar sampel yang diambil 30 yang dipilih melalui purposive sampling. Skor IDDS menggambarkan keragaman pangan individu. Analisis data secara deskriptif untuk menggambarkan usia balita, jenis kelamin, pendidikan ibu, dan pekerjaan ibu. Sedangkan analisis inferensial menggunakan uji chi-square untuk mengetahui hubungan tingkat pendapatan, ketahanan pangan, dan IDDS dengan kejadian stunting. Hasil penelitian menunjukkan IDDS berhubungan dengan kejadian stunting pada balita (p<0,05). Hasil chi-square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pendapatan dan ketahanan pangan keluarga dengan kejadian stunting (p>0,05) dan bukanlah faktor risiko balita stunting (OR = 1,000).
Copyrights © 2026