Sektor konstruksi memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur, namun juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap degradasi lingkungan sehingga penerapan konsep green construction menjadi sangat penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pemangku kepentingan terhadap penerapan konsep green construction pada proyek infrastruktur di Indonesia serta mengidentifikasi hambatan dan strategi utama yang memengaruhi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan mensintesis artikel ilmiah, regulasi pemerintah, dan laporan institusional. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul secara konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap green construction karena manfaatnya bagi lingkungan dan ekonomi jangka panjang. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan yang saling berkaitan, meliputi aspek ekonomi, teknis, kelembagaan, dan sosial-budaya, seperti tingginya biaya investasi awal, keterbatasan kompetensi teknis, belum konsistennya penegakan kebijakan, serta rendahnya kesadaran sebagian pemangku kepentingan. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi green construction memerlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas, penyediaan insentif finansial, serta kolaborasi yang efektif antarpemangku kepentingan. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan literatur konstruksi berkelanjutan sekaligus menjadi masukan praktis bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam mempercepat penerapan green construction di Indonesia.
Copyrights © 2026