Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Edukasi Penanggulangan Tanah Longsor Di Desa Siantar Utara Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba Dermina Roni Santika Damanik; Joni Wilson Sitopu; Novdin Manoktong Sianturi; Freddy Sibarani; M Efrizal Lubis; Unggul Sitorus; Rivaldi Samuel; Reynaldi David Bekham Manik
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sapangambei Manoktok Hitei Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat SAPANGAMBEI MANOKTOK HITEI
Publisher : Universitas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36985/401p1a75

Abstract

Desa Siantar Utara memiliki posisi yang cukup strategis karena dibelah oleh Sungai Asahan dan sebagian wilayahnya berdekatan dengan operasional kawasan Hutan Tanaman Industri (HTI). Dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar tersebut maka kondisi ini dapat dimanfaatkan untuk menciptakan suatu kegiatan yang menguntungkan bagi masyarakat dan badan usaha. Namun kondisi wilayah dengan dataran tinggi dan lembah lereng yang curam berpotensi rawan longsor karena pengaruh curah hujan yang tinggi menyebabkan tanah menjadi yang tidak stabil sehingga terjadi longsor pada konstruksi tebing dan jalan di daerah tersebut.  Konstruksi jalan dan tebing yang longsor yang berada di Desa Siantar Utara Kecamatan Parmaksian Kabupaten Toba merupakan akses jalan utama mobilisasi kegiatan industri dan juga masyarakat setempat dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Upaya-upaya yang dilakukan untuk menanggulangi longsor ini dilakukan dalam dua tahapan, yaitu: survei lapangan, investigasi geoteknik serta tinjauan di lapangan. Pada tahapan pertama, tim terlebih dahulu meninjau kondisi jalan dan tebing yang longsor di Desa Siantar Utara. Tahapan kedua, tim meninjau lokasi longsor dengan mengukur kedalaman longsor, kedalaman tanah keras, jenis tanah dan kadar air di sekitar lokasi longsor untuk merekomendasikan perbaikan struktural yang sesuai di lokasi tersebut. Kemudian pada tahapan terakhir, tim mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan di lapangan untuk mendukung kegiatan pembangunan konstruksi jalan dan tebing yang berdampak longsor. Berdasarkan hasil survei, investigasi dan kunjungan di lapangan serta dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi, sumber material, kemudahan pembangunan, dan ketersediaan dana. Tim merekomendasikan upaya penanggulangan tanah longsor dengan cara memperkuat daya dukung lereng tanah yang berdampak longsor dengan membangun dinding penahan tanah (DPT) dari bronjong dan jalan yang longsor diperkuat dengan dinding penahan tanah (DPT) dari beton bertulang untuk menahan tekanan tanah dan mencegah gerakan tanah pada lereng
Persepsi Pemangku Kepentingan tentang Penerapan Konsep Konstruksi Hijau dalam Proyek Infrastruktur di Indonesia: Studi Kualitatif M Efrizal Lubis; Unggul Sitorus; Novdin M Sianturi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.131

Abstract

Sektor konstruksi memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur, namun juga memberikan kontribusi yang signifikan terhadap degradasi lingkungan sehingga penerapan konsep green construction menjadi sangat penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi pemangku kepentingan terhadap penerapan konsep green construction pada proyek infrastruktur di Indonesia serta mengidentifikasi hambatan dan strategi utama yang memengaruhi implementasinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan dengan mensintesis artikel ilmiah, regulasi pemerintah, dan laporan institusional. Data dianalisis menggunakan analisis tematik untuk mengidentifikasi pola dan tema yang muncul secara konsisten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para pemangku kepentingan pada umumnya memiliki persepsi positif terhadap green construction karena manfaatnya bagi lingkungan dan ekonomi jangka panjang. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai hambatan yang saling berkaitan, meliputi aspek ekonomi, teknis, kelembagaan, dan sosial-budaya, seperti tingginya biaya investasi awal, keterbatasan kompetensi teknis, belum konsistennya penegakan kebijakan, serta rendahnya kesadaran sebagian pemangku kepentingan. Penelitian ini menegaskan bahwa implementasi green construction memerlukan penguatan regulasi, peningkatan kapasitas, penyediaan insentif finansial, serta kolaborasi yang efektif antarpemangku kepentingan. Temuan penelitian ini memberikan kontribusi konseptual terhadap pengembangan literatur konstruksi berkelanjutan sekaligus menjadi masukan praktis bagi pembuat kebijakan dan praktisi dalam mempercepat penerapan green construction di Indonesia.
Systematic Literature Review mengenai Praktik Manajemen Risiko pada Proyek Konstruksi Bangunan M Efrizal Lubis; Novdin M Sianturi; Unggul Sitorus
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.132

Abstract

Proyek konstruksi memiliki tingkat ketidakpastian yang tinggi sehingga berpotensi memengaruhi biaya, waktu, mutu, dan keselamatan proyek. Oleh karena itu, penerapan manajemen risiko yang efektif menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan proyek. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi praktik manajemen risiko pada proyek konstruksi bangunan melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Kajian dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020 untuk memastikan proses seleksi literatur berlangsung secara sistematis dan transparan, sedangkan analisis tematik digunakan untuk mensintesis temuan penelitian. Hasil kajian mengidentifikasi lima tema utama yang saling berkaitan, yaitu identifikasi risiko, penilaian risiko, strategi respons risiko, pemantauan dan pengendalian risiko, serta faktor organisasi yang memengaruhi efektivitas implementasi manajemen risiko. Temuan menunjukkan bahwa keberhasilan manajemen risiko tidak hanya ditentukan oleh penggunaan metode analisis, tetapi juga oleh komitmen organisasi, kepemimpinan yang efektif, komunikasi antar pemangku kepentingan, kompetensi sumber daya manusia, serta pemanfaatan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM). Integrasi seluruh aspek tersebut sepanjang siklus hidup proyek terbukti mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan ketahanan organisasi. Penelitian ini memberikan sintesis komprehensif mengenai praktik manajemen risiko proyek konstruksi serta menawarkan rekomendasi bagi praktisi dan peneliti untuk mengembangkan pengelolaan risiko yang lebih terintegrasi, sistematis, dan berkelanjutan.
Eksplorasi Faktor-Faktor Penyebab Keterlambatan Proyek Konstruksi Gedung: Studi Kualitatif dari Perspektif Kontraktor dan Konsultan Pengawas Unggul Sitorus; M Efrizal Lubis; Novdin M Sianturi
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.133

Abstract

Keterlambatan proyek konstruksi gedung masih menjadi salah satu permasalahan utama yang memengaruhi keberhasilan penyelenggaraan proyek karena berdampak pada peningkatan biaya, penyimpangan jadwal, penurunan produktivitas, serta menurunnya kinerja proyek secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab keterlambatan proyek konstruksi gedung serta menganalisis keterkaitan antar faktor berdasarkan perspektif kontraktor dan konsultan pengawas melalui pendekatan kajian literatur kualitatif. Penelitian menggunakan metode library research dengan menganalisis 32 artikel ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dan diperoleh dari berbagai basis data akademik internasional. Data dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola-pola yang konsisten mengenai penyebab keterlambatan proyek. Hasil penelitian menunjukkan sepuluh tema utama penyebab keterlambatan, yaitu perencanaan proyek, manajemen keuangan, pengadaan material, sumber daya manusia, manajemen peralatan, komunikasi, koordinasi pemangku kepentingan, manajemen desain, faktor lingkungan, dan praktik manajemen proyek. Perencanaan proyek yang kurang matang, komunikasi yang tidak efektif, lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, serta keterlambatan pengambilan keputusan merupakan faktor yang paling dominan dan saling memengaruhi selama pelaksanaan proyek. Selain itu, kontraktor cenderung menekankan kendala operasional, sedangkan konsultan pengawas lebih berfokus pada aspek pengendalian proyek dan koordinasi. Penelitian ini memberikan sintesis yang komprehensif mengenai mekanisme keterlambatan proyek konstruksi serta dapat menjadi acuan dalam meningkatkan perencanaan, komunikasi, koordinasi, dan manajemen risiko guna meminimalkan keterlambatan proyek.
Analisis Implementasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Proyek Konstruksi Skala Menengah: Sebuah Kajian Literatur Unggul Sitorus; Novdin M Sianturi; M Efrizal Lubis
Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS) Vol. 4 No. 1 (2026): Agustus: Jurnal Ilmiah Teknik dan Sains (JITS)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat AKIPBA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62278/jits.v4i1.134

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam manajemen proyek konstruksi karena tingginya tingkat risiko kecelakaan kerja yang disebabkan oleh kompleksitas aktivitas dan lingkungan kerja. Meskipun berbagai regulasi dan standar keselamatan telah diterapkan, implementasi K3 pada proyek konstruksi skala menengah masih menghadapi berbagai kendala yang memengaruhi efektivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi K3 pada proyek konstruksi skala menengah dengan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi, hambatan yang dihadapi, serta strategi yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kinerja keselamatan kerja. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui metode library research dengan memanfaatkan berbagai artikel ilmiah, buku, standar internasional, dan dokumen resmi yang relevan. Data dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul secara konsisten dalam berbagai penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan implementasi K3 dipengaruhi oleh komitmen manajemen, budaya keselamatan, kompetensi pekerja, penerapan manajemen risiko, penggunaan alat pelindung diri, serta kepatuhan terhadap regulasi. Sebaliknya, keterbatasan anggaran, lemahnya pengawasan, rendahnya kesadaran pekerja, dan pelaksanaan pelatihan yang belum optimal menjadi hambatan utama. Penerapan sistem manajemen K3 secara terintegrasi disertai penguatan budaya keselamatan dan peningkatan kompetensi pekerja menjadi strategi utama dalam meningkatkan kinerja keselamatan pada proyek konstruksi skala menengah.