Keterlambatan proyek konstruksi gedung masih menjadi salah satu permasalahan utama yang memengaruhi keberhasilan penyelenggaraan proyek karena berdampak pada peningkatan biaya, penyimpangan jadwal, penurunan produktivitas, serta menurunnya kinerja proyek secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor utama penyebab keterlambatan proyek konstruksi gedung serta menganalisis keterkaitan antar faktor berdasarkan perspektif kontraktor dan konsultan pengawas melalui pendekatan kajian literatur kualitatif. Penelitian menggunakan metode library research dengan menganalisis 32 artikel ilmiah peer-reviewed yang diterbitkan pada periode 2020–2025 dan diperoleh dari berbagai basis data akademik internasional. Data dianalisis menggunakan thematic analysis untuk mengidentifikasi pola-pola yang konsisten mengenai penyebab keterlambatan proyek. Hasil penelitian menunjukkan sepuluh tema utama penyebab keterlambatan, yaitu perencanaan proyek, manajemen keuangan, pengadaan material, sumber daya manusia, manajemen peralatan, komunikasi, koordinasi pemangku kepentingan, manajemen desain, faktor lingkungan, dan praktik manajemen proyek. Perencanaan proyek yang kurang matang, komunikasi yang tidak efektif, lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, serta keterlambatan pengambilan keputusan merupakan faktor yang paling dominan dan saling memengaruhi selama pelaksanaan proyek. Selain itu, kontraktor cenderung menekankan kendala operasional, sedangkan konsultan pengawas lebih berfokus pada aspek pengendalian proyek dan koordinasi. Penelitian ini memberikan sintesis yang komprehensif mengenai mekanisme keterlambatan proyek konstruksi serta dapat menjadi acuan dalam meningkatkan perencanaan, komunikasi, koordinasi, dan manajemen risiko guna meminimalkan keterlambatan proyek.
Copyrights © 2026