Kepiting bakau (Scylla serrata) merupakan salah satu komoditas perikanan bernilai ekonomis tinggi yang banyak ditemukan di kawasan pesisir dan hutan mangrove, terutama di wilayah tropis dan subtropis seperti Indonesia, Filipina, dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Oleh karena itu, untuk menjaga ketersediaan dan keberlanjutan produksi kepiting bakau, diperlukan sinergi antara teknologi budidaya, konservasi ekosistem mangrove, serta regulasi yang berpihak pada keberlanjutan sumber daya pesisir. Kegiatan praktek dilakukan pada bulan Januari s.d. April 2025 bertempat di Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPABP) Jepara, Provinsi Jawa Tengah. Metode yang digunakan adalah metode secara langsung terhadap objek yang diamati. Dari hasil isolasi dan identifikasi yang dilakukan pada sampel kepiting bakau ditemukan bakteri Vibrio alginoliticus dan V.harveyi
Copyrights © 2026