Kualitas pendidikan peserta didik tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran formal di sekolah, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan keluarga sebagai agen pendidikan pertama yang membentuk kebiasaan belajar siswa. Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana ekosistem belajar keluarga berperan dalam membentuk habitus akademik siswa serta kontribusinya terhadap kualitas pendidikan peserta didik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan di SMK Negeri 2 Purworejo. Informan penelitian terdiri atas siswa, orang tua, wali kelas, dan guru bimbingan konseling yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif Matthew B. Miles dan A. Michael Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi sosial-ekonomi keluarga, pola komunikasi, stabilitas relasi keluarga, serta dukungan emosional orang tua membentuk ekosistem belajar yang memengaruhi motivasi, kedisiplinan, dan perilaku akademik siswa. Temuan penelitian menegaskan bahwa keluarga berperan sebagai arena utama pembentukan habitus akademik yang secara langsung menentukan kualitas pendidikan peserta didik. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas kajian pendidikan keluarga melalui perspektif family learning ecosystem sebagai dasar penguatan kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Copyrights © 2026