Akselerasi teknologi siber yang berlangsung cepat melahirkan tantangan moral ganda bagi generasi muda muslim, mulai dari penyebaran misinformasi, perundungan siber (cyberbullying), hingga fenomena post-truth yang mendegradasi akhlak di ruang publik digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengonseptualisasikan reorientasi pendidikan Islam melalui pengembangan literasi digital berkeradaban. Konsep ini menempatkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi spiritual-etis dan literasi digital sebagai kecakapan praktis-operasional. Studi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan dan analisis tematis terhadap literatur primer berupa jurnal ilmiah dan buku teks otoritatif. Temuan penelitian menunjukkan bahwa literasi digital berkeradaban diwujudkan melalui tiga kerangka utama: rekonstruksi kurikulum pendidikan agama Islam (PAI) yang adaptif, internalisasi nilai-nilai Qur'ani (seperti tabayyun, tawadhu, dan adab komunikasi), serta penerapan etika tauhid untuk menangkal dehumanisasi akibat akselerasi literasi artifisial. Model ini memberikan kontribusi teoretis bagi modernisasi pendidikan Islam yang tetap menjaga integritas spiritualitas umat.
Copyrights © 2026