Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan untuk melindungi tenaga kesehatan, pasien, serta lingkungan kerja dari potensi bahaya. Unit pelayanan seperti laboratorium, farmasi, dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki berbagai risiko kerja yang dapat menimbulkan kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Penerapan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan pengendalian risiko K3 pada unit Laboratorium, Farmasi, dan IGD di Puskesmas Padang Panyang Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC). Populasi penelitian meliputi seluruh unit pelayanan yang menjadi objek praktik belajar lapangan di Puskesmas Padang Panyang Kabupaten Nagan Raya. Sampel penelitian terdiri dari unit Laboratorium, Farmasi, dan IGD yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko K3. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan metode HIRADC. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi bahaya biologis, fisik, kimia, dan ergonomi pada unit Laboratorium, Farmasi, dan IGD. Tingkat risiko yang ditemukan bervariasi mulai dari rendah hingga tinggi. Risiko utama berasal dari paparan darah dan cairan tubuh, penggunaan alat tajam, beban kerja, serta potensi kebakaran.
Copyrights © 2026