Siti Nurmala Dewi
Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Teuku Umar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IDENTIFIKASI BAHAYA DAN PENILAIAN RISIKO K3 DI PUSKESMAS PADANG PANYANG Siti Nurmala Dewi; Warda Yussy Rha; Muhamad Fajar Maulidi Tanjung
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.60840

Abstract

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam pelayanan kesehatan untuk melindungi tenaga kesehatan, pasien, serta lingkungan kerja dari potensi bahaya. Unit pelayanan seperti laboratorium, farmasi, dan Instalasi Gawat Darurat (IGD) memiliki berbagai risiko kerja yang dapat menimbulkan kecelakaan maupun penyakit akibat kerja. Penerapan Manajemen Fasilitas dan Keselamatan (MFK) diperlukan untuk mengidentifikasi dan mengendalikan potensi bahaya di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi potensi bahaya, menilai tingkat risiko, serta menentukan pengendalian risiko K3 pada unit Laboratorium, Farmasi, dan IGD di Puskesmas Padang Panyang Kabupaten Nagan Raya. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan Hazard Identification Risk Assessment and Determining Control (HIRADC). Populasi penelitian meliputi seluruh unit pelayanan yang menjadi objek praktik belajar lapangan di Puskesmas Padang Panyang Kabupaten Nagan Raya. Sampel penelitian terdiri dari unit Laboratorium, Farmasi, dan IGD yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian meliputi identifikasi bahaya, penilaian risiko, dan pengendalian risiko K3. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara, dan telaah dokumen, kemudian dianalisis menggunakan metode HIRADC. Hasil penelitian menunjukkan adanya potensi bahaya biologis, fisik, kimia, dan ergonomi pada unit Laboratorium, Farmasi, dan IGD. Tingkat risiko yang ditemukan bervariasi mulai dari rendah hingga tinggi. Risiko utama berasal dari paparan darah dan cairan tubuh, penggunaan alat tajam, beban kerja, serta potensi kebakaran.
HUBUNGAN BEBAN KERJA TERHADAP TINGKAT STRESS PEKERJA PUSAT PERBELANJAAN DI KABUPATEN ACEH BARAT Siti Nurmala Dewi; Yolanda Oktaria; Redha Rahmi
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 10 No. 2 (2026): AGUSTUS 2026
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v10i2.60171

Abstract

Stres kerja merupakan salah satu permasalahan kesehatan kerja yang dapat memengaruhi kondisi fisik, psikologis, serta produktivitas pekerja. Pekerja pusat perbelanjaan memiliki tuntutan pekerjaan yang beragam, seperti beban tugas, target pekerjaan, serta interaksi dengan pelanggan yang berpotensi menimbulkan stres kerja. Salah satu faktor yang diduga berhubungan dengan tingkat stres pada pekerja adalah beban kerja. Beban kerja yang melebihi kapasitas individu dapat menyebabkan tekanan kerja dan meningkatkan risiko terjadinya stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara beban kerja dengan tingkat stres pada pekerja pusat perbelanjaan. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah pekerja pusat perbelanjaan dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Variabel independen dalam penelitian ini adalah beban kerja, sedangkan variabel dependen adalah tingkat stres. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner penelitian. Analisis data dilakukan secara univariat untuk melihat distribusi frekuensi masing-masing variabel dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan tingkat stres responden sebagian besar berada pada kategori stres rendah sebanyak 25 responden (83,3%) dan stres sedang sebanyak 5 responden (16,7%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai p-value sebesar 0,03 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan signifikan antara beban kerja dengan tingkat stres pada pekerja pusat perbelanjaan. Terdapat hubungan yang signifikan antara beban kerja dengan tingkat stres pada pekerja pusat perbelanjaan. Peningkatan beban kerja cenderung diikuti dengan peningkatan tingkat stres pada pekerja.