Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan model optimasi portofolio Mean–Value at Risk (Mean–VaR) dengan fungsi utilitas kuadratik pada lima saham perbankan di Indonesia, yaitu BBCA, BBNI, BBRI, BMRI, dan BRIS. Data yang digunakan berupa return harian saham. Expected return portofolio dihitung berdasarkan rata-rata return, sedangkan risiko portofolio diukur menggunakan Value at Risk (VaR) pada tingkat kepercayaan 95%. Optimasi portofolio dilakukan dengan memvariasikan parameter preferensi risiko dan menerapkan kendala tanpa short-selling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan nilai parameter menyebabkan penurunan expected return portofolio yang diikuti oleh penurunan nilai VaR, yang mencerminkan adanya trade-off antara return dan risiko. Expected return maksimum diperoleh pada , sedangkan risiko minimum dicapai pada . Hasil ini menunjukkan bahwa model Mean–VaR memberikan fleksibilitas dalam pengendalian risiko kerugian ekstrem sesuai dengan preferensi risiko investor. Sebagai pembanding, metode klasik mean–variansi Markowitz menghasilkan portofolio dengan risiko yang lebih rendah, namun disertai expected return yang relatif lebih kecil. Dengan demikian, model Mean–VaR lebih adaptif terhadap risiko ekstrem, sementara metode Markowitz lebih stabil dalam mengendalikan risiko berbasis variansi.
Copyrights © 2026