Konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat mempengaruhi terhadap ekonomi-politik global. Penelitian ini bertujuan menganalisis peningkatan risiko keuangan global yang ditimbulkan dari dinamika hubungan bilateral kedua negara (Iran dan Amerika). Metode penelitian ini menggunakan kajian literature yang diperoleh dari buku ilmiah, artikel jurnal dan publikasi resmi dalam rentang tiga tahun terakhir. Hasil menunjukkan bahwa risiko keuangan global terwujud melalui tiga jalur transmisi utama: (1) volatilitas harga minyak mentah dunia akibat ancaman disrupsi maritim di Selat Hormuz yang memicu komoditas shock dan cost-push inflation; (2) guncangan pasar modal global yang mendorong perilaku investor melakukan flight to safety menuju aset aman (safe-haven assets) seperti emas dan Dolar AS; serta (3) instabilitas fiskal dan moneter pada negara-negara berkembang (emerging markets) akibat maraknya capital outflow dan depresiasi nilai tukar lokal secara tajam, dari sudut pandang akuntansi, risiko guncangan makro ini mengakibatkan peningkatan cadangan kerugian, penurunan nilai dan urgensi pengungkapan risiko kelangsungan usaha (going concern). Temuan ini menunjukkan bahwa untuk menjaga stabilitas anggaran subsidi energi nasional, pemerintah perlu menerapkan strategi hedging (lindung nilai) yang lebih agresif terhadap harga minyak mentah mengingat jalur transmisi harga minyak di Selat Hormuz.
Copyrights © 2026