Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh atribut inovasi, keunggulan relatif, kompatibilitas, kompleksitas, triabilitas, dan observabilitas terhadap tingkat produksi usaha tani di lahan gambut Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei diterapkan terhadap 61 petani di Kecamatan Gambut dan Kecamatan Aluh-Aluh yang dipilih secara purposive. Data primer dihimpun melalui kuesioner berstruktur menggunakan skala Likert empat poin dan dianalisis menggunakan model regresi berganda log-linear (Cobb-Douglas). Hasil uji F menunjukkan kelima atribut inovasi secara simultan berpengaruh sangat signifikan terhadap tingkat produksi (F = 302,533; Sig. = 0,000; R² = 0,965). Secara parsial, kompatibilitas (b = −0,564; Sig. = 0,000) dan triabilitas (b = −0,373; Sig. = 0,006) berpengaruh negatif signifikan; kompleksitas berpengaruh positif signifikan (b = 0,877; Sig. = 0,000); serta observabilitas merupakan variabel paling dominan dengan pengaruh negatif terbesar (b = −0,942; β = −0,539; Sig. = 0,000). Keunggulan relatif tidak berpengaruh signifikan secara parsial (Sig. = 0,907). Temuan ini menunjukkan bahwa kondisi lahan gambut menciptakan pola adopsi inovasi yang berbeda dari apa yang diperkirakan oleh teori Difusi Inovasi Rogers, inovasi yang lebih kompleks justru meningkatkan hasil produksi, sedangkan kecenderungan untuk menunggu dan mengamati secara lebih intensif (observabilitas tinggi) memiliki dampak negative terhadap hasil produksi.
Copyrights © 2026