Adam Maulana
Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kelayakan Finansial Pupuk Organik “Maju Bersama” di Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong Kalimantan Selatan Maulida Murdayanti; Ria Anita Pertiwi; Sarbaini Sarbaini; Adam Maulana
AGRIDES: Jurnal Agribisnis Perdesaan Vol 7, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/agrides.v7i1.22833

Abstract

Pupuk organik, yang bersumber dari kotoran hewan dan bahan alami terurai oleh mikroorganisme, merupakan produk penting. Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial dan sensitivitas pengolahan pupuk organik "Maju Bersama" yang belum pernah dikaji sebelumnya. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pengelola, kemudian dianalisis dalam bentuk cash flow selama 10 tahun (2012-2020). Kriteria investasi yang dianalisis meliputi Net Present Value (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C), Internal Rate of Return (IRR), Payback Period (PP), serta analisis sensitivitas. Hasil analisis menunjukkan NPV sebesar Rp155.630.802 dan Net B/C sebesar 1,495, mengindikasikan kelayakan finansial karena manfaat yang dihasilkan lebih besar dari biayanya. Nilai IRR sebesar 50,92% dan payback period pada tahun ke-2 menunjukkan pengembalian modal awal yang relatif cepat. Analisis sensitivitas mengungkapkan bahwa benefit (penerimaan) adalah variabel yang paling memengaruhi kelayakan usaha. Secara finansial, usaha pengolahan pupuk organik ini layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Payback period yang terjadi pada tahun kedua memberikan keuntungan bagi pengusaha karena akan lebih cepat memperoleh manfaat tanpa harus mengembalikan investasi. Sensitivitas terhadap peningkatan investasi, operation maintenance dan benefit 5% pada usaha pengolahan pupuk organik ini yaitu terhadap benefit. Rekomendasi bagi pengusaha adalah menjaga stabilitas produksi melalui promosi produk dan mempertahankan stabilitas harga dengan kualitas terbaik agar benefit tidak menurun.
Adopsi Komoditas Adaptif Lahan Gambut: Faktor Penentu, Dampak Pendapatan, dan Keterkaitan dengan Restorasi di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan Adam Maulana; Maulida Murdayanti; Sarbaini; Ria Anita Pertiwi
Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 22 No 1 (2026): January, 2026
Publisher : Hasanuddin University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the factors influencing the adoption of peatland-adaptive commodities, their impact on farmers' income, and their relationship with peatland restoration program support in Banjar Regency, South Kalimantan. An analytical observational cross-sectional design was employed with 100 farmer respondents (49 Adapters and 51 non-Adapters) selected through purposive random sampling in Gambut and Aluh-Aluh Districts from April to August 2025. Data were analyzed using Spearman correlation, Mann-Whitney U, Chi-Square, Pearson correlation, and forward stepwise logistic regression. The results indicate that price fluctuation is the only significant factor influencing adoption (OR=1.999; p=0.008). Livestock Adapters had significantly higher income of IDR 30.0 million (113.7%) compared to non-Adapters (p=0.023), while horticultural Adapters showed no significant difference (p=0.614). Adoption status did not correlate with restoration attitudes (r=0.036; p=0.719) or restoration program participation (r=0.029; p=0.776), although a strong positive correlation was found between restoration attitudes and participation (r=0.586; p<0.001). Peatland-adaptive commodity adoption in Banjar Regency is primarily driven by economic risk-mitigation motives, produces heterogeneous income impacts depending on commodity type, and remains institutionally disconnected from formal peatland restoration programs. Integrated policy incentives explicitly linking adaptive commodity adoption with restoration objectives are urgently needed