Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kompetensi pengawas lapangan dalam menjamin mutu, waktu, dan biaya proyek konstruksi di Kabupaten Sijunjung. Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor kompetensi pengawas, mengukur tingkat kesesuaiannya dengan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), serta menganalisis hubungan kompetensi antarjenjang KKNI 4–6 dan 7–9. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui penyebaran kuesioner yang dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, analisis faktor, serta Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi pengawas terbentuk dari kompetensi teknis dan manajerial, kompetensi sosial dan operasional di lapangan, serta sikap kerja profesional. Secara umum, kategori sesuai bernilai 72,22% atau 26 dari 36 indikator, sedangkan sangat sesuai bernilai 27,78% atau 10 dari 36 indikator. Analisis struktural menunjukkan bahwa kompetensi jenjang 4–6 berpengaruh kuat dan signifikan terhadap jenjang 7–9 (R² = 0,658), sehingga sistem kompetensi SKKNI bersifat hierarkis dan progresif.
Copyrights © 2026