Proyek rehabilitasi daerah irigasi memiliki risiko tinggi karena dipengaruhi oleh faktor teknis, alam, sosial, dan administrasi, terutama saat sistem irigasi tetap beroperasi selama konstruksi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko, menentukan risiko dominan, dan merumuskan strategi pengendalian pada Proyek Rehabilitasi Daerah Irigasi Bandar IX Lurah, Kabupaten Sijunjung. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 50 responden dan dianalisis menggunakan Relative Importance Index (RII). Hasil penelitian menunjukkan terdapat delapan faktor risiko utama, dengan faktor manusia sebagai risiko dominan (RII = 0,813), diikuti faktor politis dan perencanaan. Strategi pengendalian yang diterapkan terutama berupa pengurangan risiko melalui peningkatan kompetensi tenaga kerja, perbaikan koordinasi, pengawasan, serta perencanaan yang lebih matang, disertai pemindahan risiko pada aspek keuangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen risiko yang terstruktur untuk menjaga kinerja waktu, biaya, dan mutu proyek.
Copyrights © 2026