Penelitian ini bertujuan menganalisis peran influencer marketing terhadap minat beli produk fashion di media sosial. Perkembangan Instagram, TikTok Shop, Shopee, dan platform digital lainnya telah mengubah cara konsumen mengenal, menilai, dan membeli produk fashion. Influencer tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyampai pesan promosi, tetapi juga sebagai sumber inspirasi gaya, pembentuk tren, penguat citra merek, serta penghubung antara produk dan audiens digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain systematic literature review terhadap dua puluh tiga artikel ilmiah yang relevan, terakreditasi atau terindeks, dan memiliki metadata lengkap. Data dianalisis melalui dokumentasi literatur, pengodean tematik, kategorisasi, dan sintesis naratif. Hasil kajian menunjukkan bahwa influencer marketing berperan dalam membentuk minat beli melalui kredibilitas influencer, kualitas konten, brand trust, brand image, electronic word of mouth, user engagement, customer review, price perception, impulse buying, dan karakteristik platform. Influencer yang dianggap autentik, relevan, menarik, transparan, dan memiliki pengetahuan produk cenderung lebih efektif dalam membangun kepercayaan serta ketertarikan konsumen. Temuan juga menunjukkan bahwa pengaruh influencer marketing tidak selalu bersifat langsung, tetapi sering diperkuat oleh interaksi pengguna, ulasan pelanggan, dan respons sosial audiens. Penelitian ini menegaskan bahwa influencer marketing merupakan bagian dari ekosistem pemasaran digital yang kompleks. Implikasinya, pelaku bisnis fashion perlu memilih influencer yang sesuai dengan identitas merek, target konsumen, karakter produk, serta nilai komunikasi agar strategi pemasaran mampu membangun minat beli secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026