Studi hasil penelitian dilakukan guna mengetahui efektivitas sport massage therapy mengenai heart rate recovery atlet ekstrakurikuler sepak bola Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 36 Jakarta. Studi ini menerapkan pendekatan kuantitatif eksperimen melalui desain kelompok tunggal (one-group pretest-posttest design) dengan pengukuran awal dan akhir. Populasi berjumlah 21 atlet laki-laki berusia 15–17 tahun yang aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak bola. Teknik penentuan sampel dilakukan secara total sampling, guna semua populasi masuk dalam cakupan penelitian. Aktivitas fisik diterapkan guna studi tersebut yaitu beep test (multistage fitness test), kemudian dilanjutkan pemberian sport massage therapy menggunakan teknik effleurage, petrissage, dan tapotement selama 15–20 menit. Pengukuran heart rate recovery dilakukan menggunakan heart rate monitor sebelum maupun setelah diberikan perlakuan. Data analisis menggunakan teknik statistik deskriptif, dilanjutkan uji normalitas, uji homogenitas, serta uji paired sample t-test melalui aplikasi SPSS dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis memperlihatkan bahwasanya nilai rata-rata heart rate recovery mengalami penurunan dari 121,43 bpm nilai pengukuran awal, menjadi 102,19 bpm nilai pengukuran akhir. Berdasarkan uji paired sample t-test memperoleh hasil signifikansi 0,000 0,05 hal ini menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pengukuran awal dan akhir pemberian sport massage therapy. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa sport massage therapy berguna membantu mempercepat pemulihan denyut jantung atlet setelah melakukan aktivitas olahraga intensitas tinggi.
Copyrights © 2026