Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi pada lansia dan berisiko menimbulkan komplikasi serius. Studi pendahuluan menunjukkan 76% lansia di RW 03 Desa Tamanharjo berisiko hipertensi, sehingga diperlukan upaya promotif-preventif melalui edukasi dan pemberdayaan kader. Tujuan: Menganalisis pengaruh pemberdayaan kader melalui pendidikan AKSI DIDASH (Ayo Kendalikan Sakit Hipertensi dengan Diet DASH) terhadap pengetahuan dan sikap lansia tentang pencegahan hipertensi. Metode: Penelitian menggunakan desain One Group Pretest-Posttest dengan pendekatan kuantitatif. Sampel terdiri dari 38 lansia dengan teknik total sampling, dan 8 kader yang diberdayakan untuk memberikan edukasi menggunakan metode diskusi dan media flyer. Penilaian dilakukan melalui kuesioner pengetahuan dan skala Likert sebelum dan sesudah intervensi. Uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan data tidak berdistribusi normal sehingga dianalisis dengan uji Wilcoxon. Hasil: Terjadi peningkatan signifikan pada pengetahuan lansia (nilai rata-rata pretest 62,45 menjadi 83,84 posttest) dan sikap lansia (nilai rata-rata pretest 36,58 menjadi 45,92 posttest) dengan nilai p=0,001. Kesimpulan: Pemberdayaan kader melalui pendidikan AKSI DIDASH efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap lansia mengenai pencegahan hipertensi. Program ini direkomendasikan sebagai model edukasi berkelanjutan di posyandu lansia.
Copyrights © 2026