Pemodelan pertumbuhan penduduk merupakan aspek penting dalam perencanaan pembangunan daerah dan perumusan kebijakan. Tiga teknik pemodelan matematika model eksponensial, hiperbolik, dan logistik digunakan dalam penelitian ini untuk memproyeksikan dinamika penduduk Kabupaten Lamongan. Estimasi parameter dan validasi model didasarkan pada data penduduk dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lamongan untuk tahun 2013–2025. Model logistik mempertimbangkan batas daya dukung lingkungan, model hiperbolik mempertimbangkan pola pertumbuhan yang dipercepat, dan model eksponensial mengasumsikan tingkat pertumbuhan konstan. Mean Absolute Percentage Error (MAPE) digunakan untuk menilai kinerja model. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa model hiperbolik memberikan proyeksi paling akurat dengan nilai MAPE sebesar 2.997779%, diikuti oleh model eksponensial dengan nilai MAPE sebesar 3.025187%, dan model logistik memberikan proyeksi paling tidak akurat dengan nilai MAPE tertinggi sebesar 3.027426%. Model hiperbolik lebih sesuai untuk perkiraan populasi Kabupaten Lamongan, menurut kesimpulan penelitian tersebut. Pemerintah daerah hendaknya memanfaatkan hasil ini sebagai panduan ilmiah dalam membuat strategi pembangunan, mengembangkan infrastruktur, dan mengelola sumber daya
Copyrights © 2026