Penerapan ajaran spiritual Paus Fransiskus, khususnya mengenai sikap membiarkan diri dipelihara oleh Allah, dalam hidup pelayanan ALMA PUTERI kepada kaum difabel, membutuhkan suatu reflektif-teologis dan studi praktik pelayanan sesuai konteks dan kebutuhan anak-anak difabel saat ini. Penulisan artikel ini bertujuan untuk merefleksikan bagaimana ajaran Paus Fransiskus tersebut dihayati dan diterjemahkan dalam praktik oleh komunitas dalam melayani kaum difabel secara pastoral dan humanistik, sekaligus menggali pengalaman iman masing -masing anggota dalam menghayati spiritualitas kepercayaan dan penyerahan diri kepada Allah menjadi kekuatan utama dalam menghadapi tantangan dan membangun relasi yang penuh kasih dengan kaum difabel. Nilai-nilai dasar yang dihidupi oleh para anggota berdampak terhadap transformasi komunitas.Dengan berfokus pada prinsip “membiarkan diri dipelihara oleh Allah” menunjukkan sikap kerendahan hati, kesetiaan dalam doa, dan perhatian kepada kaum difabel menjadi dasar pelayanan. Sayangnya dalam pelaksanaannya ebagian anggota belum sepenuhnya menghadirkan wajah Gereja yang ramah, penuh harapan, dan setia pada panggilannya untuk mencintai yang paling kecil dan lemah. Membiarkan diri dipelihara oleh Allah bukanlah sikap pasif, melainkan tindakan iman yang mendalam. Dengan meneladani Paus Fransiskus, ALMA PUTERI menghadirkan wajah Gereja yang ramah, terbuka, dan penuh kasih kepada kaum difabel.
Copyrights © 2026