Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat beban kerja mental pada operator Central Control Room (CCR) 3 di PT. PLN Indonesia Power UBP Barru menggunakan metode NASA-TLX. Operator CCR bertugas mengawasi sistem pembangkitan listrik melalui panel kontrol dan sistem DCS, yang menuntut konsentrasi tinggi dan pengambilan keputusan cepat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner NASA-TLX kepada 18 responden dari empat shift kerja. Instrumen NASA-TLX mengukur enam dimensi beban kerja mental, yaitu kebutuhan mental, kebutuhan fisik, kebutuhan waktu, performa, tingkat usaha, dan tingkat frustrasi. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa 11% responden berada pada kategori beban kerja mental sedang, 28% agak tinggi, 39% tinggi, dan 22% sangat tinggi. Indikator kebutuhan waktu dan tingkat usaha menjadi penyumbang terbesar terhadap tingginya beban kerja mental. Kondisi ini menunjukkan bahwa operator CCR menghadapi tekanan kerja yang signifikan, terutama saat menghadapi gangguan sistem dan pergantian shift malam. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi terhadap sistem kerja dan manajemen shift untuk menjaga kesehatan mental dan performa operator.
Copyrights © 2026