Industri kerajinan perak di Kotagede Yogyakarta, mengalami perubahan akibat globalisasi, perkembangan teknologi, dan dinamika pasar. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab perubahan, bentuk transformasi produksi, serta dampaknya terhadap keberlangsungan usaha pengrajin. Metode yang digunakan adalah Kualitatif dengan pendekatan Deskriptif melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Lokasi penelitian berada di kawasan Kotagede, Yogyakarta, dengan empat informan yang terdiri dari pengrajin perak dan pemilik usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi industri terjadi pada aspek desain produk, penggunaan teknologi, dan sistem pemasaran digital. Penggunaan mesin modern mampu meningkatkan efisiensi produksi dari sekitar 63,6% menjadi 72–76%. Selain itu, seluruh informan penelitian (100%) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi produksi dan pemasaran digital menjadi strategi utama dalam mempertahankan keberlangsungan usaha kerajinan perak di Kotagede. Selain itu, rendahnya penerus pengrajin menjadi tantangan utama. Untuk bertahan, pengrajin melakukan adaptasi melalui inovasi, pemanfaatan teknologi, dan menjaga kualitas produk. Keberlangsungan industri perak di Kotagede bergantung pada kemampuan adaptasi pengrajin terhadap perubahan tanpa meninggalkan nilai tradisional. Transformasi industri perak di Kotagede dipengaruhi oleh perubahan selera konsumen, teknologi, globalisasi, dan digitalisasi pemasaran yang berdampak pada menurunnya pendapatanKemampuan adaptasi pengrajin menjadi kunci untuk mempertahankan eksistensi industri.
Copyrights © 2026