Kelelahan kerja merupakan gangguan kesehatan yang menjadi sebab terjadinya cedera dan berdampak pada produktivitas karyawan. Administrator rumah sakit yang bekerja secara terus-menerus memasukkan data seperti rekam medik elektronik, memiliki risiko kelelahan tubuh khususnya mata dan otot. Kondisi ini jika tidak mendapat perhatian maka dapat menurunkan produktivitas kerja dan menimbulkan penyakit akibat kerja pada karyawan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis pengaruh perlakuan latihan peregangan pada administrator rumah sakit. Penelitian ini merupakan quasy experimental pretest and posttest design with control group dengan populasi semua petugas administrasi (rawat jalan dan rawat inap) serta bagian keuangan RSD Idaman Banjarbaru. Sampel berjumlah 30 responden (masing-masing kelompok terdiri dari 15 orang) yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner alat ukur perasaan kelelahan kerja (KAUPK2). Nilai validitas kuesioner ini yaitu 0,369-0,759 dengan reliabilitas senilai 0,885. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,028 (p<0,05), sedangkan pada kelompok kontrol tidak ditemukan perbedaan signifikan dengan nilai p = 0,192 (p>0,05). Latihan peregangan terbukti efektif dalam menurunkan tingkat kelelahan kerja pada administrator rumah sakit. Penelitian ini merekomendasikan agar RSD Idaman Banjarbaru mengintegrasikan latihan peregangan secara terjadwal dalam rutinitas kerja guna menurunkan kelelahan dan meningkatkan produktivitas karyawan.
Copyrights © 2025